Muhammad SAW (Al-Furqan 25:3-8) Menolak hujah kaum musyrikin terhadap Al-Quran dan kerasulan Muhammad SAW

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani(Al-Faatihah 1:1)

Dan mereka (yang kafir) mengambil benda-benda yang lain dari Allah sebagai tuhan-tuhan, yang tidak dapat mencipta sesuatupun, bahkan benda-benda itu diciptakan (oleh penyembah-penyembahnya dari bahan-bahan di bumi); dan benda-benda itu pula tidak berkuasa mendatangkan sesuatu bahaya atau sesuatu faedah untuk dirinya sendiri; dan tidak berkuasa mematikan atau menghidupkan, atau pun membangkitkan hidup semula makhluk-makhluk yang telah mati.(Al-Furqaan 25:3)

Dan orang-orang yang kafir itu berkata: “(Al-Quran) ini hanyalah satu perkara dusta yang direka-reka oleh Muhammad, dan ia dibantu membuatnya oleh kaum yang lain”. Maka (dengan kata-kata itu) sesungguhnya mereka telah mendatangkan satu tuduhan yang zalim dan dusta.(Al-Furqaan 25:4)

Dan mereka berkata lagi: “Al-Quran itu adalah cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu kala, yang diminta oleh Muhammad supaya dituliskan, kemudian perkara yang ditulis itu dibacakan kepadanya pagi dan petang (untuk dihafaznya)”.(Al-Furqaan 25:5)

Katakanlah (Wahai Muhammad): “Al-Quran itu diturunkan oleh Allah yang mengetahui segala rahsia di langit dan di bumi; sesungguhnya adalah Ia Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.(Al-Furqaan 25:6)

Dan mereka pula berkata: “Mengapa Rasul ini makan minum dan berjalan di pasar-pasar (seperti manusia yang lain)? Sepatutnya diturunkan malaikat kepadanya, supaya malaikat itu turut memberi peringatan dan amaran bersama-sama dengannya (sebagai saksi yang membenarkannya).(Al-Furqaan 25:7)

“Atau diberikan perbendaharaan harta benda kepadanya, atau ia mempunyai sebuah kebun untuk ia makan hasilnya”. Dan orang-orang yang zalim itu berkata pula (kepada orang-orang yang beriman): “Sebenarnya kamu hanyalah menurut seorang yang tidak siuman”.(Al-Furqaan 25:8)
Share this content:


